Posted by
Karoba Ne'ws on
Sunday, September 28, 2014 |
0
komentar
| Perusahaan tambang asal Amerika Serikat salah satu perusahaan asing pertama yang menandatangani UU Penanaman modal pertama 1967 sebelum pelaksanaan Pepera 1969.(Jubi/ist) |
Jayapura, Jubi – Empat
orang meninggal dunia di lokasi tambang terbuka Freeport Indonesia.
Kepala Bidang (Kabid) Humas Kepolisian Daerah (Polda) Papua,
Kombespol Sulistyo Pudjo Hartono mengatakan 4 orang meninggal dunia, 2
kritis dan 2 lainnya luka-luka akibat kecelakaan mobil yang terjadi di
lokasi tambang terbuka Freeport Indonesia.
“Empat penumpang mobil tewas. Tapi dua di antaranya dalam kondisi kritis dan masih dalam perawatan di Rumah Sakit Tembagapura,” kata Pudjo, Sabtu (27/9).
“Empat penumpang mobil tewas. Tapi dua di antaranya dalam kondisi kritis dan masih dalam perawatan di Rumah Sakit Tembagapura,” kata Pudjo, Sabtu (27/9).
Kecelakaan yang mengakibatkan empat orang tewas ini, menurut Pudjo,
terjadi di depan Kantor Surabaya Grasberg Timika. Dua mobil milik
Freeport, Haul Truk TPY 785 bernomor 220 dengan mobil LWB bernomor badan
01 2740 R bertabrakan. Tiba-tiba saja mobil Haul Truk yang dikendarai
karyawan PT Freeport Indonesia bernama John W itu menabrak mobil LWB
yang berpenumpang sembilan orang.
Empat orang korban yang meninggal dunia adalah Luther Patanggi, Simon
Seba, Richardo Tomasela, dan Nursio. Sementara dua korban kritis
bernama Komarudin Poleng dan Andreas Rahenwin.
“Tiga orang yang mengalami luka-luka Thomas Pieter Siloy, Billy Angresu dan Irianto.” tambah Pudjo
“Tiga orang yang mengalami luka-luka Thomas Pieter Siloy, Billy Angresu dan Irianto.” tambah Pudjo
Pudjo mengaku, Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan sedang mencari penyebab kecelakaan.
Sementara Vice Presiden Corporate Communications PT Freeport, Daisy Primayanti membenarkan kejadian tersebut.
“Kecelakaan terjadi Sabtu 27 September. Melibatkan satu unit kendaraan ringan untuk kegiatan operasi merek Toyota yang berisi 8 penumpang dengan satu unit Haul Truck yang dikendarai satu operator,” kata Daisy.
“Kecelakaan terjadi Sabtu 27 September. Melibatkan satu unit kendaraan ringan untuk kegiatan operasi merek Toyota yang berisi 8 penumpang dengan satu unit Haul Truck yang dikendarai satu operator,” kata Daisy.
Saat ini,lanjut Daisy, aktivitas di Tambang Terbuka Grasberg untuk
sementara dihentikan agar bisa dilakukan konsolidasi dan proses
investigasi. Daisy juga mengaku, Freeport telah melaporkan insiden ini
kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. (Victor Mambor)
Sumber : www.tabloidjubi.com
0 komentar :