Advertise here

Senin, 29 September 2014

LMA Port Numbay: Pembangunan Jangan Tinggalkan Kearifan Lokal

Roy Karoba     09.36    

Posted by Karoba Ne'ws on Saturday, September 27, 2014 | 0 komentar

ILUSTRASI MASYARAKAT ADAT PAPUA (kepadamu.com)
Jayapura, Jubi – Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Port Numbay, George Awi mengemukan pembangunan jangan hanya meninggalkan kearifan lokal dan tak hanya formalitas saja, tetapi lebih kreatif dan inovatif.
“SKPD harus tahu cara berpikir dan seirama dengan akselarasi pembangunan, jangan hanya lips service saja, ” tegasnya dalam sambutan syukuran para ondoafi bersama Wali Kota Jayapura dan Wakil Wali Kota Jayapura, Jumat (26/9) sore.
Awi juga meminta agar para ondoafi seiring dengan gerak dinamis dan adat juga tidak boleh jadi beban berat pemerintah, ondoafi harus tampil dan membenahi diri serta menyesuaikan.
Sementara itu, Wakil Walikota Jayapura, Nuralam mengapresiasi atas kegiatan tersebut. “Karena keterbatasan yang ada, ini akan terus diupayakan perbaikan yang ada,” ungkapnya. (Sindung)

Pemerintah Indonesia Berniat Bunuh OAP Kalau Tolak Draf Otsus Plus

Roy Karoba     09.35    

Posted by Karoba Ne'ws on Saturday, September 27, 2014 | 0 komentar

Ketua MRP, Timotius Murib. (Jubi/Aprilia)
Abepura, Jubi – Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), Timotius Murib, mengungkapkan  pemerintah Indonesia melalui DPR, dapat dikatakan membunuh Orang Asli Papua (OAP) jika sampai  menolak draf Otonomi khusus Plus yang diajukan pemerintah provinsi Papua.
“Kalau tidak menerima, tidak disahkan pada 30 November nanti, orang Indonesia punya niat  bunuh orang Papua,”ungkap Timotius Murib kepada awak media di Kantor MRP, Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Jumat (26/9).
Karena, menurut Murib, penolakan akan membatasi kewenangan dan niat pemerintah Papua merubah nasib orang Papua. Orang Papua yang ingin menjadi tuan di negeri sendiri tidak akan terwujud. Orang Papua akan terus menjadi miskin dari waktu ke waktu di segala bidang kehidupan.
Kalau orang Papua terus menjadi miskin, kata Timotius, angka kemiskinan, buta aksara terus meningkat. Pemerintah Indonesia mestinya harus menjadi malu rakyat Papua yang kaya raya dengan sumber daya alam,  tapi  terus miskin dalam pemerintahan Indonesia.
Menurut Murib, ada keuntungan yang sangat luar biasa jika draf UU Otsus Plus itu disahkan; orang Papua akan menikmati kehidupan yang layak sebagai warga negara dalam pemerintah Indonesia, bendera merah putih terus berkibar dan perekonomian orang Papua pun akan meningkat.
“Kalau kewenangan itu diberikan, pendapatan rakyat Papua itu akan meningkat. Kalau diberi kewenangan, pendapatan Papua menjadi 65 triliun,”katanya. (Mawel Benny)

FKPMPK : Mahasiswa Papua Perlu Pahami Teori Penindasan Freire

Roy Karoba     09.33    

Posted by Karoba Ne'ws on Sunday, September 28, 2014 | 0 komentar

Mahasiswa FKPMKP DIY Seusai Kegiatan (doc. FKPMKP)
Yogyakarta, Jubi – Mahasiswa Papua di Kota studi Yogyakarta dan kota lainnya mesti mengerti dengan baik konteks pemikiran filsuf Paulo Freire, pandangannya mengenai teori penindasan
Hal itu dikemukakan Fransiskus Kasipmabin, Ketua Forum Komunikasi Pelajar Mahasiswa Katolik Papua Daerah Istimewa Yogyakarta (FKPMKP DIY) ketika membawa materi berjudul “Membangun kesadaran manusia, mewujudkan keadilan dan kebenaran sejati” dalam acara pendampingan anggota baru mahasiswa katolik lima keuskupan Papua di Realino, Sanata Dharma, Yogyakarta, baru-baru ini.
Lebih lanjut Fransiskus menyampaikan kaum tertindas harus dibangkitkan dari suatu perasaan tidak tertindas karena kelompok penindas menggunakan segala alat untuk menindas kelompok lain untuk suatu kepentingan kelompoknya.
Kasipmabin mengutip pernyataan Filsuf Paulo Freire “Kaum tertindas selama ini tenggelam dalam mitos yang ditiupkan oleh kaum penindas. Oleh karena itu, pendidikan untuk mereka harus berintikan pembebasan kesadaran atau dialogika – memancing mereka untuk berdialog, membiarkan mereka mengucapkan sendiri perkataannya, mendorong mereka untuk memahami dan dengan demikian mereka mengubah dunia”
Yulia Mote pemateri selanjutnya memaparkan dinamika kehidupan organisasi baik di Papua maupun di Yogyakarta dan pandangan realita saat ini.
Dalam pemaparannya Mote mengemukakan betapa pentingnya memahami lingkungan sekitar kita berada untuk menunjak aktivitas perkuliahan.
Dengan demikian, katanya,  dapat menyelesaikan perkuliahan dengan hasil yang maksimal dan selanjutnya menerapkan ilmu itu dalam kehidupan di Papua dengan benar dan baik agar tercipta kebeneran sejati sebagaimana yang diharapkan.
Losias, salah satu peserta  mengaku senang mengikuti kegiatan ini,”Banyak manfaat yang saya terima setelah mengikuti kegiatan ini, banyak teman dan senior, mengerti realita hidup di Papua dan Indonesia umumnya, dan teori penindasan dari filosof Paulo yang sangat menantang” pungkasnya. (Mecky)

4 Pekerja Tewas, Aktifitas Freeport Berhenti Sementara

Roy Karoba     09.31    

Posted by Karoba Ne'ws on Sunday, September 28, 2014 | 0 komentar

Perusahaan tambang asal Amerika Serikat salah satu perusahaan asing pertama yang menandatangani UU Penanaman modal pertama 1967 sebelum pelaksanaan Pepera 1969.(Jubi/ist)
Jayapura, Jubi – Empat orang meninggal dunia di lokasi tambang terbuka Freeport Indonesia. Kepala Bidang (Kabid) Humas Kepolisian Daerah (Polda) Papua, Kombespol Sulistyo Pudjo Hartono mengatakan 4 orang meninggal dunia, 2 kritis dan 2 lainnya luka-luka akibat kecelakaan mobil yang terjadi di lokasi tambang terbuka Freeport Indonesia.
“Empat penumpang mobil tewas. Tapi dua di antaranya dalam kondisi kritis dan masih dalam perawatan di Rumah Sakit Tembagapura,” kata Pudjo, Sabtu (27/9).
Kecelakaan yang mengakibatkan empat orang tewas ini, menurut Pudjo,  terjadi di depan Kantor Surabaya Grasberg Timika. Dua mobil milik Freeport, Haul Truk TPY 785 bernomor 220 dengan mobil LWB bernomor badan 01 2740 R bertabrakan. Tiba-tiba saja mobil Haul Truk yang dikendarai karyawan PT Freeport Indonesia bernama John W itu menabrak mobil LWB yang berpenumpang sembilan orang.
Empat orang korban yang meninggal dunia adalah Luther Patanggi, Simon Seba, Richardo Tomasela, dan Nursio. Sementara dua korban kritis bernama Komarudin Poleng dan Andreas Rahenwin.
“Tiga orang yang mengalami luka-luka Thomas Pieter Siloy, Billy Angresu dan Irianto.” tambah Pudjo
Pudjo mengaku, Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan sedang mencari penyebab kecelakaan.
Sementara Vice Presiden Corporate Communications PT Freeport, Daisy Primayanti membenarkan kejadian tersebut.
“Kecelakaan terjadi Sabtu 27 September. Melibatkan satu unit kendaraan ringan untuk kegiatan operasi merek Toyota yang berisi 8 penumpang dengan satu unit Haul Truck yang dikendarai satu operator,” kata Daisy.
Saat ini,lanjut Daisy, aktivitas di Tambang Terbuka Grasberg untuk sementara dihentikan agar bisa dilakukan konsolidasi dan proses investigasi. Daisy juga mengaku, Freeport telah melaporkan insiden ini kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. (Victor Mambor)

© 2011-2014 HIDUP UNTUK MEMBERI. Designed by Bloggertheme9. Powered by Blogger.