Posted by
Karoba Ne'ws on
Sunday, September 28, 2014 |
0
komentar
| Mahasiswa FKPMKP DIY Seusai Kegiatan (doc. FKPMKP) |
Yogyakarta, Jubi – Mahasiswa Papua di Kota studi
Yogyakarta dan kota lainnya mesti mengerti dengan baik konteks pemikiran
filsuf Paulo Freire, pandangannya mengenai teori penindasan
Hal itu dikemukakan Fransiskus Kasipmabin, Ketua Forum Komunikasi
Pelajar Mahasiswa Katolik Papua Daerah Istimewa Yogyakarta (FKPMKP DIY)
ketika membawa materi berjudul “Membangun kesadaran manusia, mewujudkan
keadilan dan kebenaran sejati” dalam acara pendampingan anggota baru
mahasiswa katolik lima keuskupan Papua di Realino, Sanata Dharma,
Yogyakarta, baru-baru ini.
Lebih lanjut Fransiskus menyampaikan kaum tertindas harus
dibangkitkan dari suatu perasaan tidak tertindas karena kelompok
penindas menggunakan segala alat untuk menindas kelompok lain untuk
suatu kepentingan kelompoknya.
Kasipmabin mengutip pernyataan Filsuf Paulo Freire “Kaum
tertindas selama ini tenggelam dalam mitos yang ditiupkan oleh kaum
penindas. Oleh karena itu, pendidikan untuk mereka harus berintikan
pembebasan kesadaran atau dialogika – memancing mereka untuk berdialog,
membiarkan mereka mengucapkan sendiri perkataannya, mendorong mereka
untuk memahami dan dengan demikian mereka mengubah dunia”
Yulia Mote pemateri selanjutnya memaparkan dinamika kehidupan
organisasi baik di Papua maupun di Yogyakarta dan pandangan realita saat
ini.
Dalam pemaparannya Mote mengemukakan betapa pentingnya memahami
lingkungan sekitar kita berada untuk menunjak aktivitas perkuliahan.
Dengan demikian, katanya, dapat menyelesaikan perkuliahan dengan
hasil yang maksimal dan selanjutnya menerapkan ilmu itu dalam kehidupan
di Papua dengan benar dan baik agar tercipta kebeneran sejati
sebagaimana yang diharapkan.
Losias, salah satu peserta mengaku senang mengikuti kegiatan
ini,”Banyak manfaat yang saya terima setelah mengikuti kegiatan ini,
banyak teman dan senior, mengerti realita hidup di Papua dan Indonesia
umumnya, dan teori penindasan dari filosof Paulo yang sangat menantang”
pungkasnya. (Mecky)
Sumber : www.tabloidjubi.com
0 komentar :