Posted by
Karoba Ne'ws on
Saturday, September 27, 2014 |
0
komentar
| Ketua MRP, Timotius Murib. (Jubi/Aprilia) |
Abepura, Jubi – Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), Timotius Murib,
mengungkapkan pemerintah Indonesia melalui DPR, dapat dikatakan
membunuh Orang Asli Papua (OAP) jika sampai menolak draf Otonomi khusus
Plus yang diajukan pemerintah provinsi Papua.
“Kalau tidak menerima, tidak disahkan pada 30 November nanti, orang
Indonesia punya niat bunuh orang Papua,”ungkap Timotius Murib kepada
awak media di Kantor MRP, Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Jumat (26/9).
Karena, menurut Murib, penolakan akan membatasi kewenangan dan niat
pemerintah Papua merubah nasib orang Papua. Orang Papua yang ingin
menjadi tuan di negeri sendiri tidak akan terwujud. Orang Papua akan
terus menjadi miskin dari waktu ke waktu di segala bidang kehidupan.
Kalau orang Papua terus menjadi miskin, kata Timotius, angka
kemiskinan, buta aksara terus meningkat. Pemerintah Indonesia mestinya
harus menjadi malu rakyat Papua yang kaya raya dengan sumber daya alam,
tapi terus miskin dalam pemerintahan Indonesia.
Menurut Murib, ada keuntungan yang sangat luar biasa jika draf UU
Otsus Plus itu disahkan; orang Papua akan menikmati kehidupan yang layak
sebagai warga negara dalam pemerintah Indonesia, bendera merah putih
terus berkibar dan perekonomian orang Papua pun akan meningkat.
“Kalau kewenangan itu diberikan, pendapatan rakyat Papua itu akan
meningkat. Kalau diberi kewenangan, pendapatan Papua menjadi 65
triliun,”katanya. (Mawel Benny)
Sumber : www.tabloidjubi.com
0 komentar :